Romantis itu “Sederhana”

Romantis itu “Sederhana”

Romantis,sebuah kata yang katanya menyimpan makana.Sebuah kebutuhan dalam rumah tangga yang bisa membuat hubungan menjadi lebih hangat dan menumbuhkan perasaan diterima satu sama lain. Bahkan lebih lanjutnya,bisa jadi sebuah ekspresi cinta.
Kata ini sederhana buat perempuan,tapi tidak untuk kebanyakan laki-laki. Kenapa? karena definisinya berbeda.

Banyak perempuan mendefinisikan kata romantis dengan kata-kata puitis, rangakaian bunga, hadiah dan hal-hal lain yang banyak digambarkan dalam drama-drama.

Laki-laki? umumnya tidak sedetil itu. Mereka tidak sepandai wanita menamai perasaannya sendiri,apalagi mengekspresikannya. Apakah tandanya tidak cinta? no..ini kesimpulan gegabah.
Itulah mengapa umumnya pria bingung dengan pertanyaan: sayang gak sama aku? apa buktinya kalo cinta?

Sudah coba dijawab pun umumnya wanita gak puas karena belum sesuai ekspektasi.Tidak jarang akhirnya wanita jadi “rungsing” dan membuat hubungan menjadi tidak hangat.

Buat saya, ada makana yang lebih mendalam dari kata romantis ini :
kemampuan pasangan untuk bisa memahami ekspresi cinta (dengan caranya masing-masing) dan kemampuan untuk tetap bisa punya perasaan diterima,dihargai dan dibutuhkan juga dengan caranya masing-masing (bab ini wanita biasanya sensitif sekali sementara banyak suami masih gagal paham mengapa istrinya sedemikian baper).

Di sana lah mungkin keterampilan mengenali pasangan dengan seluruh atributnya diperlukan. Skill ini bisa didapat dengan proses,dan tidak berkorelasi dengan waktu/lamanya proses perkenalan.

Skill ini berkorelasi dengan sebuah kata bernama : KEMAUAN
Ya,kemauan untuk terus membuka diri untuk dikenali,dipahami dengan sikap yang dewasa tentunya.Bukan dengan ngambek,bukan pula diam berharap pasangan memahami kita.

Ya,kemauan untuk juga terus berupaya memahami pasangan kita apa adanya.Fokus melihat kekuatannya,bukan hanya sibuk mengevaluasi apa yang tidak bisa dia berikan untuk kita.

Membersamainya mengandung makana tumbuh bersama,bukan menunggunya di garis finish–tapi bersamanya berjalan menuju finish.

Dengan sudut pandang ini,langakah majunya 5 cm pun kita akan lihat dan hargai.

Jika sudah bisa begini,selanjutnya akan muncul trust untuk selalu saling support,membuat keduanya bersama2 tumbuh memenuhi seluruh perannya.

MasyaAllah..indah ya sepertinya..

Dukungan penuh dari pasangan pd akhirnya akan membuat kita merasa semakin utuh,dan membawa energi bisar untuk bisa membangun keluarga,masayaarakat dan peran lainnya yang Allah titipkan.

Karena sesungguhnya,pernikahan hakikatnya adalah untuk saling menentramkan..
Kedua pasangan haruslah bisa bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang setiap harinya.
Kematangan karakter ayah ibu inilah yang akan jadi pondasi dari kematangan anak2 kita.
Bismillah,terus belajar menjadi pasangan yang dapat menentramkan,menjadi penguat..amiin ya rabbal alamin.

*terinsipirasi dari singkong goreng melepuh yang dibuat suami sebelum pergi ke kantor pagi ini karena dia tau saya suka sekali.Melihatnya mengulek bumbu tadi pagi menjadi inspirasi bahwa romantis itu sesederhana ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WordPress Security